Salt Nicotine, Antara Kebutuhan dan Style [Bag. 1]

Akhir-akhir ini Salt Nic menjadi “primadona” baru dan bahkan juga menjadi pilihan “Must Have” atau paling tidak “Must Try” bagi sebagian vapers.

Fenomena ini cukup menarik untuk dibahas seiring juga dengan mulai bermunculannya device-device jenis Pod di pasaran.

Kita ga akan membahas tentang Salt Nic secara spesifik dan detail, tapi yang akan kita bahas adalah apakah kita bener-bener butuh Salt Nic?

Sekilas tentang Salt Nicotine

Pada dasarnya, antara freebase dan Salt Nic menggunakan cara ekstrak nikotin yang sama, hanya saja, pada Salt Nic membutuhkan proses yang lebih panjang.

Proses tersebut dengan tujuan mengubah karakteristik nikotin dari yang sebelumnya terasa “Harsh” atau “Garuk di leher” menjadi lebih soft dan nyaman untuk dihisap.

Selain lebih soft, nikotin juga lebih cepat diserap oleh tubuh dibanding dengan freebase liquid, sehingga si pengguna lebih cepat memenuhi kebutuhan asupan nikotinnya.

Perlu kah Kita akan Salt Nic?

Dengan fenomena/trend yang ada sekarang, makin banyak kita jumpai produk-produk Salt Nic di Vapestore dengan bermacam-macam nic strength dan rasa.

Tapi pertanyaannya adalah, perlu kah kita menggunakan Salt Nic?

Sebelum menjawab, ada baiknya kita bagi pengguna vaporizer menjadi 2 golongan besar.

– Orang yang ingin berhenti merokok.

– Pengguna Freebase Liquid

Sumber: http://www.vcstar.com

1. Shifting dari Rokok ke Vape

Untuk golongan pertama, Salt Nic mungkin dibutuhkan karena faktor kadar nikotin yang tinggi dan cepat terserap.

Harapan pertamanya adalah, si Ex-smoker ini tetap dapat asupan nikotin sesuai kebutuhannya, nyaman tanpa garuk parah dan cepat terserap tubuh.

Sehingga, lama kelamaan dia totally stop smoking.

Harapan ke dua adalah, (mungkin), ada dua tahap, tahap pertama mengurangi kadar nikotin dan tahap akhir adalah tanpa rokok dan tanpa vape atau mungkin tetap vaping dengan intensitas dan kadar nikotin yang rendah.

2. Pengguna Freebase Liquid

Pada user segment ini yang agak unik sebenernya.

Jika seorang vapers sudah nyaman dan bahkan bisa berhenti merokok dengan Freebase liquid, lalu kira-kira apa alasan yang mendasar untuk shifting atau menjadikan Salt Nic sebagai secondary liquid?

Mungkin ada sejuta alasan untuk menjawabnya. Tapi juga ada sejuta satu untuk membantahnya.

Disini bukan berarti salah atau benar, tapi perlu atau tidaknya kita menggunakan kadar nikotin yang lebih tinggi.

Ironinya, banyak “freebase liquid” vapers yang menggunakan Salt Nic dengan kadar yang cukup tinggi for style, bahkan sampai menggunakan device yang tidak direkomendasikan untuk Salt Nic.

Lalu bagaimana menurut Juul Pax Lab., si pemilik Juul Pod sekaligus pemilik lisensi salt?….

Bersambung Bag. 2

One thought on “Salt Nicotine, Antara Kebutuhan dan Style [Bag. 1]”

Tinggalkan Balasan