DotMtl, RTA MTL Yang Bukan Untuk “Newbie”

Nampaknya para MTL Style Vapers akan semakin dibuat bingung dengan semakin banyaknya device MTL yang terus bermunculan.

Bingung dalam memilih mana yang enak, atau bingung harus jebol celengan ayam buat nambah koleksi.

Kali ini, DOTMOD, menambah portfolio produknya dengan merilis RTA barunya dan mencoba meraih simpati MTLers lewat DOTMTL.

DOTMTL dirilis dengan dimensi 22mm dan tinggi 46mm dan daya tampung tank sebesar 3ml.

Desain & Build Quality

DOTMOD memang selama ini dikenal sering menyuguhkan desain-desain yang elegan dan mewah.

Di dalam box, akan kita temukan 2 driptip, delrin dan ultem. Sedangkan di bagian bellcapnya, DotMTL mempunya dua jenis, Pyrex clear tank, yang juga bisa diganti dengan cap metalic terbuat dari Stainless Steel.

Jika menggunakan transparan bell cap, logo Dotmod akan terpampang elegan pada dinding chamber, sedang jika menggunakan Stainless bellcap, liquid tidak akan terlihat kecuali lewat dinding cap bagian atas.

Di bagian post deck, DotMTL menggunakan sistem Clamp dan pengait kawat pada post. Juice intakenya pun cukup besar, sehingga memungkinkan menggunakan high VG liquid.

Airflow deck ada di dua posisi. Yang pertama 3 lubang persis menghadap ke coil, dan yang kedua bottom airflow seperti pada umumnya.

Pada bagian bawah, sebenarnya RTA ini memiliki airflow ring, tapi tidak tampak karena tertutup oleh af ring itu sendiri. Lubang AF ringnya akan kita temui persis dibalik AF ring itu sendiri.

Masalah ada di bagian bell cap dan driptip. Secara desain, driptip yang dipakai kurang nyaman buat saya. Mimpi buruknya, driptip tidak bisa diganti karena difungsikan sebagai pengunci bell cap.

Bell cap hanya mengandalkan sistem “Plug & Play” alias hanya o-ring bukan ulir. Bell cap “dikunci” oleh driptip yang malah menggunakan sistem ulir.

Liquid port ada pada bagian atas, di sela-sela chimney dan bell cap dengan cara membuka driptip.

Build quality DotMTL cukup bagus dan solid.

Coiling, Wicking & AF Setting

Pemasangan coil pada DotMTL sangat mudah, tidak ada trik spesial. Menggunakan sistem jepit/clamp hanya dengan mengencangkan 1 baut.

Sedangakan wickingnya pun semudah seperti pasang coil. Hanya saja, pastikan kapas tidak terjepit waktu kita memasang chamber.

Sekarang adalah bagian yang “terumit”, yaitu setting airflow. Inilah alasan mengapa judul di atas saya tulis “bukan untuk newbie”?

DotMTL memiliki 3 setting airflow.

1. Hanya menggunakan side AF.
2. Hanya menggunakan bottom AF
3. Menggunakan kedua.

Memang, kita diberikan kebebasan “ekstra” oleh RTA ini. Lalu di mana rumitnya?

Kita harus membongkar deck secara keseluruhan tiap kali kita ganti AF setting.

AF control dapat kita rubah dengan cara:

1. Airflow Samping

Buka baut slider, geser ke bukaan yang kita mau, lalu kencangkan kembali bautnya. Setelah itu, gunakan 510 pin yang tanpa lubang (solid)

2. Airflow Bawah

Buka baut slider, geser sampai tetutup penuh, lalu gunakan 510 pin yang berlubang.

3. Airflow dari samping dan bawah

Buka baut slider, geser ke bukaan yang kita mau, lalu kencangkan kembali bautnya. Setelah itu, gunakan 510 pin yang berlubang.

Selanjutnya, kita dapat mengontrol tight atau tidaknya puff kita dengan menggunakan AF ring. Karena ga bisa dilihat, kita puter pakai perasaan aja.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kalau sudah setting AF, isi liquid terus masih belum cocok/pas atau tidak sesuai yang kita mau?

Jawabannya adalah BENCANA. Karena kita harus bongkar deck lagi yang mau ga mau harus buang liquid juga.

Karena desain bell cap DotMTL hanya mengandalkan o-ring bukan ulir dan menggunakan driptip sebagai pengunci. Lunas deh…

Sebagai saran, untuk pertama kali jangan isi liquid banyak-banyak sampai kita ketemu AF setting yang cocok.

Pengisian liquid ada di bagian atas dengan membuka driptip terlebih dahulu. Isikan disela-sela bellcap dan chimney.

Hati-hati jika mengisi dengan chubby bottle, jika bellcap tertekan sedikit, maka liquid bisa jadi merembes pada bagian bawahnya.

Bukan mau meremehkan newbie, tapi mungkin lebih baik pilih yang lain jika anda bukan tipe “adventurer”.

Flavor

Setelah “perjalanan” panjang yang cukup melelahkan, salah satu pertanyaan inti adalah bagaimana flavornya?

Saya persingkat saja, menggunakan kawat kanthal 26g, 0.8ohm, flavor lumayan tebal hanya mengandalkan airflow bawah.

Pada kombinasi setting AF samping (terbuka sedikit) dan bawah, flavor masih cukup lumayan lah.

Menggunakan AF samping saja, sama sekali ga cocok, flavor tipis.

Kesimpulan

Dotmod dengan DotMTLnya memang tetap akan meraih simpati dari penggemarnya dan para MTLer lainnya karena faktor desain yang menggoda.

Hanya saja, “kecantikan” DotMTL seketika “ternodai” dengan desain driptip yang kurang nyaman dan tidak dapat diganti serta bell cap yang hanya mengandalkan o-ring.

Tidak cukup hanya itu, DotMTL masih meninggalkan “PR” untuk penggunanya lewat sistem AF.

Mungkin ini sebuah inovasi yang menarik, tapi bagi sebagian orang, bahkan mungkin kebanyakan orang, inovasi ini akan cukup “melelahkan” dan merepotkan.

Secara Style dan Flavor, DotMTL patut untuk dijadikan “keluarga” baru dan layak untuk dicoba, terutama bagi yang hobby “ngulik”.

Pros:

  1. Build Quality
  2. Stylist
  3. Pilihan airflow
  4. Flavor
  5. 2 driptip
  6. 2 bell cap

Cons:

  1. Settingan Airflow yang cukup ribet.
  2. Driptip tidak dapat diganti dengan driptip 510 lainnya.
  3. Model driptip yang kurang nyaman
  4. Bellcap mengandalkan o-ring saja

2 thoughts on “DotMtl, RTA MTL Yang Bukan Untuk “Newbie””

  1. min ukuran O ringnya berapa2 aja yaa?saya lagi cari spare O ringnya susah banget nih bisa di bantu ukurannya berapa aja ?

Tinggalkan Balasan