Kayfun Lite 2019, Sebuah Nostalgia dari Svoëmesto

Bendera Svoëmesto, telah lama berkibar di dunia Vaporizer dengan Kayfun sebagai Trademarknya.

Mungkin, tidak perlu dibahas lagi bagaimana sepak terjang Svoëmesto dan bagaimana penilaian orang tentang produk-produknya.

Di tahun ini, 2019, Svoëmesto merilis produk baru, yang diberi nama Kayfun Lite 2019.

Mungkin lebih tepatnya, bukan produk baru, tapi me-relaunch produk lama yang mempunyai nama sama dengan beberapa modifikasi.

Source: https://svoemesto.de

KFL2019, dirilis 2 versi, 22mm dan 24mm. Keduanya mempunyai tinggi yang sama, 33mm. Kapasitas tank jelas berbeda, 2ml dan 3.5ml.

Desain dan Build Quality

Dibanding KFL Original version, KFL2019 mengalami perubahan bentuk dan desain.

KFL2019 jauh lebih kecil dan pendek. KFL2019 memiliki chimney yang pendek. Secara teori, lebih pendek chimney akan memberikan flavor yang lebih.

KFL2019 menggunakan material Stainless Steel 316L termasuk driptipnya (replaceable). Di bagian bell cap atau liquid window menggunakan material PEI.

KFL2019 masih bertahan dengan metode bottom fill, tapi kali ini ada perubahan dibanding yang original version.

Jika dahulu kita sedikit repot karena harus membuka baut untuk mengisi liquid, KFL2019 cukup hanya membuka base cap.

Airflow control berbentuk baut terbuat dari bahan nylon terpasang di dalam 510 connector.

Ukuran AF control dari 0-1.8mm. Kita tinggal mengatur seberapa plong atau tight airflownya dengan menggunakan obeng minus.

Sebagian orang menjadikan cara ini sebagai cons. Memang agak sedikit merepotkan karena kita harus bongkar pasang sampai menemukan airflow yang pas.

Untuk airflow ring, seperti pendahulunya, ada pada samping atomizer. Hanya ada 1 lubang atau fixed airflow.

Untuk build quality, seperti produk-produk Svoëmesto lainnya, bagus dan solid serta press fit.

Hanya saja, ada masalah pada baut post. Salah satu bautnya cukup seret waktu diputar. Ada beberapa yang mengalami ini ada juga yang smooth.

Perbedaan dengan original Kayfun Lite lainnya adalah, Svoëmesto memberikan 2 pilihan aksesoris dalam bentuk long dan short style. Mereka namakan Ice dan Fire.

Source: https://svoemesto.de

Perbedaannya:

Fire

Terbuat dari bahan PEI yang diklaim kokoh dan tahan terhadap liquid yang “galak” seperti Cinnamon atau Citrus.

ICE

Terbuat dari bahan PMMA atau lebih dikenal dengan Acrylic. Bell cap ini akan berubah menjadi bening jika telah terisi liquid.

Driptip pada kedua bell capnya pun menggunakan material yang sama.

Coiling, Wicking, Performa dan Flavor

Yang saya coba adalah Kayfun Lite 2019, diameter 22mm.

Untuk coiling dan wicking tidak ada yang spesial. Jika sudah pernah atau terbiasa menggunakan atomizer Kayfun atau atomizer lain dengan post deck sejenis, tidak akan menemui kesulitan.

Selama pemakaian kurang lebih 3 harian, tidak mengalami kejadian leaking seperti yang mungkin banyak dikeluhkan.

Tarikan atau puff sangat smooth tetapi terkadang sedikit suara whistling dari airflow samping.

Bicara tentang flavor, Svoëmesto masih “menjaga” tradisi untuk selalu memanjakan pemakainya.

Kanthal 26g, 0.8ohm, sudah cukup mampu dan memuaskan untuk dapat merasakan tiap single layer yang dihasilkan. I have no complaints.

Kesimpulan

Dengan desain yang simple dan low profile, Svoëmesto mencoba mengisi market gap antara high end dan low end user dengan KFL2019.

Karena harga yang ditawarkan, walaupun masih relatif mahal, tapi masih wajar jika kita kategorikan pada mid-end class user. Sebagai gambaran, separuh dari harga Kayfun Prime.

KFL2019 telah mengajak kita untuk kembali bernostalgia dari produk sebelumnya dengan mempertahankan style “old-school”nya dengan harga yang lebih murah tanpa mengesampingkan kualitas dan performa.

Pros:
Build quality
Pilihan aksesoris
Flavor
Replaceable driptip

Cons:
Baut post deck yang seret di salah satu post deck.
Bottom airflow (subyektif)
Terkadang ada suara whistling dari lubang AF samping

One thought on “Kayfun Lite 2019, Sebuah Nostalgia dari Svoëmesto”

  1. bang review kayfun prime dong. agar tdk gurgling gmn y, tp rasa dpet intense. tp klo tebal ga gurgling rasa turun. ada ide?? klo bs sertain foto2 saat coil sama wicking nya gan? thanks y..

Tinggalkan Balasan