Next Mind CT1 Pod, Pod “Pintar” Yang Bisa Bersihkan Coil Sendiri

Walau sudah bisa dibilang “over saturated”, produsen-produsen tampaknya masih maju tak gentar merilis produk-produk pod.

Sebuah inovasi baru dikenalkan oleh Next Mind Vape, yang telah merilis pod CT1 dengan fitur andalan “Self Cleaning Coil”, dan berusaha tampil sebagai “pembeda” diantara pod-pod lainnya.

Fitur dan SpesifikasiUkuran: 94mm x 27mm x 20mm
Kapasitas: 3.5ml
Baterai: 650mah
Material: Alloy
Output: 10-17 wattFiturDual Mode Activation (Button/Auto)
Fixed Airflow
Tutup cartridge
Coil: 1ohm & 1.2 ohm ceramic coil
Self Cleaning Function (10 detik)
Overtime protectionDesainDesain Next Mind CT1 cukup menarik, solid dan hadir dengan beberapa warna pilihan.Pada satu sisi terdapat tombol on/off berbentuk hexagonal yang berfungsi juga sebagai tombol fire. Coil head dipasang dibagian atas pod.Cartridge atau tank di pasang dengan cara memutar searah jarum jam dan untuk melepas kita lakukan sebaliknya.Pada bagian bawah tank terdapat silicone berwarna merah sebagai penutup lubang/stopper liquid.Ada sela/gap antara cartridge dan bagian baterai/pod. Udara masuk lewat gap tersebut ke lubang kecil yang terdapat di bagian bawah cartridge.Dengan kata lain, CT1 tidak memiliki pengaturan airflow. Efek gap itu pun membuat Pod ini cukup atau mungkin sangat berisik jika dihisap.Cartridge juga mempunyai cap/tutup, menjaga agar tidak mudah kotor/leaking saat kita tidak menggunakan.USB port untuk charging ada dibagian bawah pod dan device tidak dapat digunakan pada saat charging.Cara PenggunaanCT1 sedikit berbeda dengan pod-pod pada umumnya. Biasanya, kita isi liquid dan didiamkan beberapa saat sebelum digunakan. Tapi berbeda dengan CT1.Menurut manualnya, setelah memasang coil dan diisi liquid, kita dianjurkan/diharuskan menghisap 5-10 kali pada kondisi device off untuk memastikan liquid meresap pada wicking materialnya. Setelah itu kita nyalakan (5x klik) dan digunakan seperti biasa.Kesalahan dalam prosedur ini, akan membuat flavor terasa gosong, karena coil belum sepenuhnya basah.PerformaCT1 dapat digunakan dengan menggunakan tombol fire atau dengan cara auto draw.Yang saya rasakan (dibanding dengan pod lain), respon CT1, baik dengan tombol/auto cukup lambat. Jika menggunakan tombol fire, ada delay sekitar +/- 1 detik.Sedangkan dengan cara auto draw, kita harus melakukan long puff untuk menghasilkan vapor yang cukup.Permasalahannya lagi adalah, tidak adanya fitur pengaturan volt/power alias mengandalkan direct output dari kapasitas baterai.Untuk performa baterai bisa dibilang cukup standar. Jika kita tipe yang suka chain vape, sehari bisa dua kali charging.Dalam 1 minggu pemakaian, performa cartridge dalam menampung liquid sangat bagus, tidak ada leaking 1 tetes pun yang muncul. It’s totally leak free device.FlavorKita akan mendapatkan 2 buah coil yang berbeda, 1 dan 1.2 ohm. Wicking materialnya menggunakan bahan ceramic yang membuat umur coil lebih panjang dan flavor yang tebal.Tidak ada perbedaan yang mencolok antara ke dua coil tersebut.Keduanya mampu menghasilkan flavor yang tebal dan menurut saya pribadi sangat memuaskan. Tidak ada komplain dalam hal flavor, super.Walau pun sebagian orang mengklaim bisa menggunakan freebase liquid (30:70 PG/VG), tapi saya lebih merekomendasikan tetap menggunakan rasio 50:50 PG/VG untuk hasil maksimal.Nilai plus lainnya adalah, kita cukup mengganti coil head saja tanpa harus membuang liquid/cartridge secara keseluruhan jika performa coil mulai menurun.Self Cleaning CoilSebuah inovasi baru dari CT1 yang cukup menarik, yaitu Self Cleaning Coil.Hal ini biasa kita lakukan pada RDA atau RTA jika kita ingin mengganti liquid atau sekedar membersihkan coil dengan cara dry-burn.Coil pada CT1 juga dapat kita “bersihkan” dengan menggunakan fitur Self Cleaning Coil. Caranya, lepas cartridge dan klik 8x, maka pod akan melakukan dry burn.Tunggu sampai lampu indikator mati. Coil kita telah “bersih”. Yang tertulis pada manual, “kita bisa mengulangi” step tadi jika perlu.Salah satu tujuan fitur ini juga adalah jika kita ingin mengganti flavor liquid yang baru.Pertanyaannya adalah, apakah fitur tersebut benar-benar bekerja maksimal? Jika ada kerak pada coil, lalu bagaimana membersihkan rontokkan kerak tersebut?Untuk pertanyaan yang pertama, jawabannya iya dan tidak. Memang ada sedikit perbedaan performa dalam hal flavor, tapi masalahnya saya masih menggunakan liquid yang sama.Trial yang kedua, saya coba auto clean kembali dengan tujuan untuk ganti liquid. Saya ulangi sampai 2 kali, karena coil masih memproduksi vapor yang cukup lumayan.Hasilnya, wicking material tampak kering, lalu saya lakukan prosedur yang dianjurkan, 5-10 kali hisap dalam posisi mati.Setelah itu, saya gunakan seperti biasa, dan hasilnya adalah, rasa liquid yang pertama masih terasa dan setelah beberapa kali puff ada rasa gosong flavornya. Padahal coil tampak basah.Pertanyaan yang kedua, saya bingung jawabnya. Entah bagaimana cara membersihkan sisa kerak-kerak coilnya. Karena lubang coil pun cukup kecil.Kelihatannya fitur “Self Cleaning Coil” cukup menarik dari sudut pandang advertising sebagai “pembeda” tapi masih belum mampu memberikan bukti yang berarti.KesimpulanWalaupun ini adalah pod pertama dari Next Mind Vape, CT1 telah mampu menarik banyak perhatian pengguna pod.Self Cleaning Coil masih saya apresiasi sebagai “temuan” yang inovatif walaupun masih belum sesuai ekspektasi.Overall, CT1 tidak bisa dilihat sebelah mata, karena CT1 mampu memberikan flavor yang tebal dan sangat memuaskan bagi penggunanya, dan bebas dari leaking.ProsFlavor yang tebal
Coil head dapat diganti tanpa harus membuang liquid/mengganti pod.
Mendapatkan 2 jenis coil
Menggunakan ceramic coil
Build quality yang solid
Leak free cartridge
Cap/tutup cartridgeCons
Airflow tidak dapat diatur
Airflow berisik
Tidak ada pengaturan output/power
Delay ramp upDesain: 4/5
Build Quality: 5/5
Flavor: 5/5
Performa: 3.5/5
Fungsi: 3/5Overall: 4.1

4 thoughts on “Next Mind CT1 Pod, Pod “Pintar” Yang Bisa Bersihkan Coil Sendiri”

  1. sekedar menambahkan.7 hari pemakaina pod next mind tdak bisa dipencet.jiga digoyangkan terasa ada yang membentur didalam baterai.dicharge masih bisa hanya saja tidak bisa dipergunakam

    1. Terima kasih banyak infonya. Mungkin milik saudara salah satu yg cacat produksi. Kebetulan yang saya pakai hingga sekarang masih berfungsi dengan baik.

Tinggalkan Balasan