Diamond RTA MTL by Damn Vape, Enak, Tapi Bermasalah

Seolah kehabisan “innovative idea”, dan tiap kali ada RTA baru, bisa dipastikan hampir mirip dengan RTA pendahulunya.

Termasuk Diamond RTA MTL by Damn Vape. Si pemilik Fressia RTA MTL ini membuat RTA, berkerja sama dengan Jay Design – Italy, yang sistem kerjanya hampir sama dengan Kayfun Lite 2019.

Berikut spesifikasi Diamond:

Material: Stainless steel
Ukuran: Φ22 x 39mm (termasuk drip tip)
Kapasitas: 2ml / 3.5ml (bubble glass)
Drip Tip: 510 Delrin

Desain:

Desain Diamond RTA cukup menarik, tidak menimbulkan kesan murahan dan ukuranya mungil. Tingginya dari pin sampai dasar top cap hanya 26mm.

Model delrin driptipnya masih ok lah, kembali pada selera masing-masing saja. Tapi untuk di pakai restrictive DTL, driptip ini kurang nyaman karena inner borenya kecil.

Pada bagian top cap, ada 4 cengkokan untuk memudahkan membuka/menutup top cap.

Yang menarik adalah desain airflownya. Airflow hanya ada 1 di bagian samping base deck.

Sistem dan caranya pengaturannya persis seperti Kayfun Lite 2019. Baut diputar menggunakan obeng minus untuk mengatur seberapa besar airflow yang diinginkan.

Seolah Damn Vape “ingin mengkoreksi” Kayfun Lite agar tidak perlu copot atty jika ingin mengatur airflow.

Untuk post dan base deck, ga ada yang istimewa, sangat nyaman untuk mounting coilnya. Tapi, juice intake Diamond sangat besar.

Dengan desain juice intake yang besar, secara otomatis kapas/wicking akan juga menyerap liquid yang lebih banyak dan bukan tidak mungkin ini akan membuat kapas sedikit over saturated dan bisa menyebabkan spit back.

Pada saat memasukkan kapas, kita harus benar-benar memastikan juice well terisi penuh dengan kapas dan panjang kapas menyentuh dasar deck.

Glass tank ada 2 macam, standard untuk kapasitas 2ml, dan bubble glass kapasitas 3.5ml.

Untuk build quality cukup bagus kecuali pada bagian post deck yang perlu sedikit lebih halus.

Performa

Menggunakan wire Kanthal 26awg, diameter 2.5, 0.9 ohm, saya cukup puas dengan flavor yang dihasilkan.

Diamond dapat mendeskripsikan layer by layer alias memecah flavor liquid yang memiliki layer yang kompleks.

Tapi ada beberapa masalah pada RTA ini. Leaking, tidak press sisi pada bagian airflow dan kondensasi yang cukup mengganggu.

Masalah leaking ini, dicoba pada 2 RTA yang sama, terjadi sesaat setelah top cap ditutup atau setelah refill walau pun dengan wicking yang sempurna sekali pun.

Tapi leaking tersebut bukan berarti terus menerus, setelah liquid di bagian base deck hilang, leaking berhenti.

Selanjutnya masalah pada airflow. Dua RTA Diamond yang saya coba, memberikan hasil yang berbeda jika kita tutup penuh baut airflow.

Yang satu super tight, yang satu loose MTL. Selain itu, airflow Diamond RTA, bagi saya, berisik.

Kesimpulan

Diamond RTA dikategorikan di kategori low end atomizer. Dengan kata lain, dengan harga yang pastinya murah, flavor yang dihasilkan sudah cukup bagus serta desain yang menarik.

Tapi permasalahan yang ada di RTA ini, membuat saya berfikir dua kali untuk merekomendasikannya.

Karena bukan 1 yang dicoba, tapi 2 RTA dengan masalah kurang press sisi terutama pada bagian airflow dan juga masalah leaking.

Keputusan ada di tangan anda. Keep vaping.

Pros:
Desain
Build Quality
Flavor

Cons:
Kurang press sisi di bagian AF
Airflow berisik
Leaking
Kondensasi

Tinggalkan Balasan