Smok RPM40, Jembatan Di Antara RTA dan RDA

SMOK dikenal salah satu pabrikan yang “maju tak gentar” dalam memproduksi vape device. Terkadang dalam 1 tahun bisa sampai lebih dari 3 produk yang dirilis.

Kali ini Smok memperkenalkan SMOK RPM40 yang mereka kategorikan sebagai POD MOD device dengan maksimum output 40 watt.

Sebenarnya istilah Pod Mod hanya sekedar istilah saja. Pada dasarnya Smok RPM dikategorikan sebagai AIO seperti AIO pada umumnya.

Spesifikasi

Ukuran: 25x25x99mm
Kapasitas: 4.5ml (nord coil) / 4.3ml (RPM coil)
Baterai: 1500mAh (internal)
Display: 0.96in TFT G
Pod: RPM pod (untuk RPM coil) dan Nord pod (untuk Nord coil)
Output: 1-40W
Resistansi: 0.2-2.5ohm
IQ-R fast firing chipset

Di dalam box terdapat 2 jenis coil, 0.4ohm mesh RPM coil dan 0.6ohm Nord coil. Meskipun demikian kita juga bisa menggunakan resistensi lainnya termasuk RBA yang dijual terpisah.

Desain, Fiture dan Build Quality

Sumber:smoktech.com

Smok RPM memiliki desain yang diistilahkan boxy style. Mirip sekali dengan OBS Cube. Secara bentuk, saya pribadi kurang suka. Karena kurang nyaman jika dimasukkan kantong celana.

Selain bentuknya, mouthpiece Smok RPM berbentuk lebar dan pipih, yang mungkin untuk sebagian orang juga kurang nyaman.

Yang mungkin benar-benar harus dipertimbangkan oleh Smok adalah jendela atau adanya lubang untuk melihat liquid. Karena satu-satunya cara adalah dengan melepas cartridgenya.

Smok RPM mengandalkan hanya fixed airflow alias tidak ada pengaturan airflow.

2 jenis pilihan cartridge sengaja didesain untuk jenis coil dan kapasitas yang berbeda. 4.3ml untuk RPM coil (0.4 ohm mesh) dan 4.5ml untuk nord coil (0.6 ohm).

Sumber: smoktech.com

Untuk membedakannya, karet penutup juice port berwarna hitam untuk Nord Coil dan merah untuk RPM Coil.

Yang paling menarik dari desain Smok RPM ini adalah layarnya yang cukup besar, berwarna dan cukup terang.

Ada pengaturan watt yang dapat diatur mulai dari 1 – 40 watt dan dilengkapi dengan IQ-R Chip yang diklaim super fast firing secepat 0.001 detik.

Charging Smok RPM dari kosong sampai penuh butuh waktu sekitar 2 jam dan mendukung pass-thru vaping atau bisa digunakan walau dalam keadaan sedang dicharge.

Selebihnya, Smok RPM40 ini dilengkapi fitur-fitur seperti 8 detik cut off, short dan low voltage protection protection serta high temperature protection.

Untuk build quality dan finishing secara keseluruhan ga terlalu mengecewakan.

Performa

Performa Smok RPM cukup memuaskan secara overall. Klaim super fast firing berkerja dengan baik.

Selama beberapa hari tes menggunakan freebase 70:30 dan 50:50 VG/PG, kualitas flavor sangat memuaskan dan juga dari segi vapor productionnya.

Hanya saja, bagi saya pribadi, 0.4ohm mesh RPM coil mengeluarkan rasa lebih manis dibanding 0.6ohm Nord coil.

Untuk performa coil lainnya, saya masih belum mencoba. Tapi hanya sekedar informasi, berikut pilihan coil Smok RPM40

Sumber: smoktech.com

Walaupun didukung dengan kapasitas baterai yang besar, 1500mah, untuk pemakaian sekitar 25-35 watt, kita minimal harus recharging 2 kali dalam sehari.

Entah pada pengguna lain, device yang saya gunakan sedikit agak aneh dalam pembacaan resistensi.

Untuk RPM Coil, 0.4ohm mesh, terbaca 0.46 atau 0.47ohm yang masih dalam batas wajar walau pun belum akurat.

Tapi untuk Nord Coil, 0.6ohm, kadang terbaca 0.67 terkadang malah ke 0.7x ohm. Entah ini murni dari software atau coil yang bermasalah.

Kesimpulan

Smok RPM40 ini memang didesain sebagai pengganti RTA atau mungkin RDA dari segi flavor dan vapor production untuk penikmat DTL style khususnya.

Kekurangan mulai dari model dan driptip adalah subyektif bagi sebagian orang.

Tapi di sisi lain, Smok RPM menawarkan banyak varian coil sampai ke RBA yang membuat kita lebih leluasa memilih sesuai selera.

Selain itu, flavor dan vapor yang dihasilkan sudah cukup menjadikan device ini menjadi device yang praktis sebagai pengganti mod.

Itulah sebabnya mengapa Smok RPM40 dinamakan sebuah POD MOD.

Pros:

  • Watt adjustment
  • Flavor
  • Build quality
  • Kapasitas baterai
  • Varian pilihan coil

Cons:

  • Tidak ada airflow
  • Driptip kurang nyaman
  • Tidak ada jendela untuk melihat liquid
  • Pembacaan resistensi yang kadang tidak akurat

Tinggalkan Balasan