Memperpanjang Umur Cartridge Atau Umur Coil (Pada Pod), Mitos Atau Fakta?

Seiring dengan maraknya trend Pod dan AIO, secara langsung pun pengguna kedua device itu pun harus sering berurusan dengan masalah cartridge atau pun coilnya.

Yang sering muncul adalah pertanyaan-pertanyaan seperti ini, “Awet ga cartridgenya?” atau “Tahan berapa lama?” Belum lagi masalah leaking.

Untuk masalah leaking silahkan baca, faktor-faktor penyebab cartridge leaking.

Sebenarnya tidak ada patokan baku atau jaminan dari pabrik mengenai ketahanan cartridge atau pun coil pada pod.

Tapi kadang yang membuat risih adalah reviewer atau influencer yang terlalu lebay mengklaim bahwa cartridge ini bisa bertahan sampai sekian minggu tanpa memikirkan pertimbangan lainnya.

Ya mungkin reviewer atau influencer tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yang pertama faktor sungkan (karena di endorse) atau memang faktor ketidaktahuan.

Cartridge atau coil pod bisa bertahan sehari, 3 hari atau seminggu, semua itu dipengaruhi beberapa faktor selain kesalahan pabrikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi umur coil

Ketahanan coil dipengaruhi beberapa faktor antara lain:

1. Jenis liquid yang dipakai.

Secara umum liquid yang digunakan untuk pod adalah PG/VG 50:50 atau umumnya nicsalt dan 30:70 dan 50:50 untuk AIO.

Perbedaan kedua device jelas sekali pada juice intake yang terdapat ada coil.

Pod, cenderung memiliki juice intake lebih kecil, sehingga untuk liquid yang kental atau VG tinggi, akan sulit terserap sempurna.

Jika kita menggunakan high VG, otomatis akan membuat coil cepat rusak atau sering dibilang gosong. Kecuali coil pod tersebut memang didesain bisa menggunakan VG tinggi akan beda ceritanya.

Sedang untuk AIO, seperti Smok RPM, Vinci, dan yang semisal, umumnya memiliki juice intake lebih besar, sehingga tidak akan mengalami masalah untuk VG tinggi.

Ada satu lagi selain faktor PG/VG, yaitu kualitas liquid itu sendiri. Bisa juga karena liquid yang terlalu manis, sehingga akan mempengaruhi umur coil. Coil akan mudah dan cepat berkerak.

2. Cara vaping.

Umur coil juga dipengaruhi oleh cara kita vaping, misalnya lama hisapan, chain vape dan lainnya.

Misalnya untuk chain vape, berarti kita akan memaksa coil pod/cartridge bekerja lebih sering yang pastinya akan juga berpengaruh pada umur coil itu sendiri.

Selain itu, chain vape juga terkadang mengakibatkan dry hit jika performa penyerapan coil kurang baik.

3. Jumlah refill.

Jika misalnya sehari kita mengisi ulang pod kita 3 – 5 kali sehari, yang berarti kita menggunakan pod sebagai single device, sudah jelas umur coil juga akan berpengaruh. Sekalipun dengan liquid yang sangat berkualitas.

4. Jangan tunggu sampai liquid habis.

Faktor ini juga harus diperhatikan. Selain dapat mengakibatkan dry hit, juga dikhawatirkan akan merusak wicking pada coil jika sering terjadi.

Yang benar adalah jangan tunggu liquid sampai habis untuk mengisi ulang agar saturasi coil dan wicking materialnya tetap terjaga.

Anggap saja semua yang kita lakukan sudah benar, kemudian, kapan kita harus mengganti coil?

Secara umum bisa dirasakan dengan adanya penurunan flavor bahkan juga uap yang dihasilkan. Jika kedua faktor itu mulai muncul, sudah saatnya pasang coil baru.

Mungkin ada yang mengatakan, saya pakai sudah sekian minggu dan masih enak. Well, andai benar pun, kita juga harus memperhatikan kebersihan dan kesehatan juga kan?

Coil RTA/RDA dengan luasan dan diameter lebih besar, kadang 1 hari atau 3 hari saja sudah kotor. Minimal, kita akan mengganti kapas dan membersihkan coilnya.

Lalu bagaimana dengan coil pod/AIO yang sangat sempit seperti itu lalu kita pakai sampai 2 minggu lebih misalnya? Bisa dibayangkan bagaimana kerak yang berkumpul pada coil dan kapasnya.

Percobaan yang sudah saya lakukan adalah pemakaian cartridge (yang diklaim bisa 3 minggu katanya) selama 5 hari, dengan liquid sama dan kualitas yang bagus.

Total refill selama 5 hari sekitar 7 kali refill. Kemudian saya coba bongkar dan hasilnya coil sudah berkerak dan kapas hitam.

Jadi, jangan karena ingin irit, tapi kita teledor di hal lainnya.

Secara umum, umur coil pod sekitar 5 hari – 1 mingguan walaupun ini bukan patokan, tergantung dengan faktor-faktor yang sudah dijelaskan di atas. Atau bisa juga dengan dengan patokan jumlah refill.

Be a smart vaper.

10 thoughts on “Memperpanjang Umur Cartridge Atau Umur Coil (Pada Pod), Mitos Atau Fakta?”

  1. Sangat setuju dgn artikel ini, pengalaman menggunakan POD dan AIO tidak pernah koil tahan lbh dr 5 hari (utk performa rasa yg prima). Catridge lbh dr 5 hari saya kira rada mustahil.

    1. Saya setuju..saya sempat berpikir bahwa saya boros bgt dengan coil krn paling lama 7 hari..tapi saya lihat di review bs sampe 2 minggu…saya coba2 ganti device pun tetep sama paling lama 7 hari. Kualitas no.1 bro..jgn sampai mau sehat malah tamat!!jika perokok ingin mencoba2 pod silahkan yg penting konsisten dan tujuan akhir berhenti..tp yg bukan perokok mau ngPOD biar dibilang trendy mending dipikir lagi secara dewasa.

  2. coil nya sampe angus gitu gan blm satu minggu pemakaian ya,
    klo satu koilnya misal harganya 50rb an, satu bulan bisa abis 50rb x 4 minggu = 200rb blm sama liquidnya ya??,,

    itu kepanasan kli gan kayanya watt nya atau liquidnya terlalu manis mungkin,

    klo ane pake vinci air jadi catridge sama coil misah, buat daily refil volume pengisian tiap 2 hari sekali habis, kawatnya blm ada yg angus gtu,,

    mungkin per 2 minggu waktu aman ganti coil masih oke lah,,

    1. Itu bukan angus om, tapi kerak deposit dari hasil penguapan liquid dan panasnya koil.

      Ane sendiri setuju sama 5 hari buat everyday vape mesti diganti, lebih dari itu udah turun flavornya. Itu dengan rata2 refill 3x 4ml / hari. Kalau dua hari baru refill ya wajar juga baru diganti 2 minggu, beda 2x lipat intensitas makenya.

      1. Nonstop amat ngevapnya… Sy vinci x paling banyak 4ml sehari kadang jg 2 hari ngisi lg.. Koil bisa 2 mingguan yg penting minimal jeda 10 detik puff nya.. Klo 2 dtik jeda puffnya 2 hari jg gosong koil karna penyerapan liquid blm sempurna d kapas sama koil meshnya..

  3. Ehh bro mau tanya..
    . Punya gw vinci 40 kasih recomend dong bagusan pake occ atau ganti rba aja biar irit
    . Kalo pake occ kurang efisien sih, dikitĀ² ganti beli baru kan mahal. Kalo pake rba mungkin lebih irit tinggal ganti kapas doang ya kan ?

Tinggalkan Balasan